0

It’s About a Car

Let me tell you what’s on my mind about a car..

if you’re a guy, what’s a car meant for you?

As a guy, our middle school period is definitely can attach to a motorbike. Whether is an old italian piaggio as heritage from the older family, or just a japanese cub with 100cc displacement. Some of us were lucky enough to ride with some naked motorsportbike with big diplacement volume and macho looks. Or nowadays, maybe to a fancy sporty look japanese scooter or even high performance fairing bike. We will have a lot of story to tell with the bike.Firts long distance cruising, first accident, or even first love with a girl we’ve met in our live. Some of us were also get first job by the help of our bike, we get money by ourself. Spend some or maybe most of it for custom job on our bike or just some maintenance work to its engine or its look. And there was such a happiness that we feel at the time.

Now time has come by, we continue to grow up. Some of us maybe grow fell into bigger or luxurios high performance bike, or just back to have some prestigious classic bike. But maybe most of them will switch to a car.

For me, having our own car is the next step. in Indonesia, its not cheap..even for the older year of japanese car. But still its very good to have it.

A car can make you more safe and comfortable. Although its debatable because nowadays many factor as traffic jams, high price of gasoline, and expensive maintenance cost compare to a bike. We still can’t reject the fact that if we drive in a car, at least we are safe from hot sun exposure and hard splash of rain. eventhough no air conditioning unit in the car, but at least we still sit in a comfy position.

 

to be continued

Advertisements
0

Sakur Ngimpi

daarso
Vocal: Darso
cipt: Dosé Hudaya

Saprak anjeun ngaléos
Ngabeubeutkeun duriat
Hirup asa nunggeulis
Haté mararinggis

Saprak anjeun ninggalkeun
Ngararajéet cinta urang
Pikiran baluweng
Pinuh ku émutan

Sagala rasa kabawa anjeun
Saparo nyawo ngilu ka anjeun
Nikmati hirup leungit teu nyésa
Teuing kamana

**
Létah teu mirasa sagala karasa pait
Saré gulang guling hésé peureum

reff…

Kahayangmah ieu téh sakur ngimpi
Anu ngageuingkeun urang
Tina kasombongan diri

Kahayangmah waktu teh ngulang deui
Sabulan anu katukang
Basa silih keukeupan

Ngahelas kaleungitan
Ngoréjat seseblakan
Lieuk euweuh, lieuk euweuh
Ngagugulung lamunan

Ngarep-ngarep sakur ngimpi
Ngarep-ngarep anjeun datang
Tiap detik gé tatanya
Dimana anjeun

balik ke **

0

Papa Kini Sendiri – Septi ft Abie

septi

Abie: Aku takut 2x nanti jadi duda lagi
Aku takut 2x nanti ditinggal lagi
Kini aku sendiri di balik terali besi
Jauh dari anak istri…

Septi: Jangan takut 2x aku setia menantii…

Abie: Cukup satu kali aku ada di sini
Ku tak mau tak mau tak mau salah yang kedua kali… Jadi terulang kembali

Septi: Biar abang bersalah aku tetap setia
Biar saja biar saja biar saja biar aku sabar menanti sampai abang kembali…

Berdua: Karna ku tak mau terpisah lagi…

Septi: Jangan takut jangan takut aku setia menantiii…

0

First Timer: Exit Indonesia & Garuda Indonesia Executive Class Passenger (II)

..dari bagian sebelumnya

Lalu sentuh sana sini pilih film, akhirnya mutusin pilih film India yang ada Shah Rukh Khan. Biasanya sih filmnya Shah Rukh Khan ini ada moral lessonnya atau paling gak aktrisnya cantik-cantik..hehe. Mirip-mirip kayak nonton filmnya Will Smith deh. Dan pilihan ini gak salah, ceritanya seru lucu plus pastinya romantis walau tetep ada adegan nyanyi sambil nari-nari..

Tibalah saatnya pramugari datang membawah brosur eh buku menu.pilihan minuman dan makanan gak pake pikir panjang abis kikuk kalo baca dulu dari atas sampe bawah. Hot Chocolate and Chicken rice akhirnya yang dipilih. Hot chocolatenya datang sesuai pesanan, no problemo. Masalah dateng pas pramugari datang minta kita buka meja makan, meja makan terbuka lalu dia menyuguhkan beberapa piring kecil sayur mayur dan buntelan kecil nasi serta roti dan butter kotak. Dalam hati, masa nasi ayamnya kayak gini? berubah jadi salad dan sushi yang emang isinya nasi dan ayam. Sushi pun sudah habis dilahap, dilanjut mengais-ngais potongan daging yg tersebar di dalam salad (NOTE: GW GAK DOYAN SALAD..).Apadaya karena terakhir makan siang jam 14 GMT+7 tadi, sedang waktu menunjukkan jam 21 GMT+7 perut keroncongan terpaksa roti bulat yg tadi dimakan hanya dioles butter. Sambil meratapi nasib kelas eksekutip kok makanannya gaya begini tapi gak kenyang T____T

Alhamdulillah ternyata setelah piring-piring tadi diangkat, pesanan pun datang..Iya, nasi ayam yang sebenarnya pun datang 🙂 Lanjut nonton India sambil makan..Lalu entah jam berapa lampu kabin mulai dimatikan, mungkin penumpang disuruh tidur sama kru kabin. Akhirnya dengan sukacita mencoba mencet tombol untuk set kursi posisi relax. Begitu ditekan posisi kursi berubah ke layaknya posisi kursi malas, langsung ambil selimut lanjut nonton. Enaknya nonton begini, di bioskop aja nonton film duduknya gak begini amat. Dan akhirnya film pun tamat ditutup dengan adegan ciuman Shah Rukh Khan sama mantan pacarnya yang semok sebagai tanda kalo mereka jadian lagi setelah sekian tahun.Adeuuu CLBK 😛

Inilah saat pembuktian, bener gak kelas eksekutif itu bisa tidur diatas awan..tombol untuk posisi sleep pun ditekan daaan voila, kursi pun rebah seketika..tarik selimut tutupin muka baca doa, bismika Allahumma ahya wa amuut. Aaamiiin…

Lalu terasa lampu mulai dinyalakan dan semua penumpang bangun dan kembali ke posisi duduk normal. Terdengar pengumuman bahwa sebentar lagi kita akan mendarat di Bandara Internasional Abu Dhabi. Kursi kembali ke posisi tegak dan alhamdullillah berhasil mendarat di tanah Arab. Ahlan Wa Sahlan..Tak lupa sebelum turun masukkan souvenir tas aigner tadi ke dalam ransel dan tersenyum manis pada pramugari yang menunggu di pintu keluar.

0

First Timer : Exit Indonesia & Garuda Indonesia Executive Class Passenger

Kaget, gak nyangka, unexpected. Itu kata-kata yang pertama terpikir waktu denger kabar soal flight menuju Abu Dhabi kali ini. Pertama kalinya terbang keluar negeri, executive class pula. Alhamdulillah.

Trip ini sebenernya untuk mengikuti a week course dari kantor, segitu juga udah alhamdulillah karena dapet kesempatan menginjakkan kaki keluar Republik Indonesia ini. Padahal hampir empat tahun kerja di kantor sebelumnya sekalipun belum pernah ada kesempatan kayak begini. Alhamdulillah sekarang baru dapet rejekinya.

Hemm, gausah diceritain deh gimana bisa dapet kelas eksekutif. Tapi kalau mau dipikir-pikir, bukan tidak mungkin ini sebagai salah satu bukti nyata kalau Allah emang tidak pernah menyia-nyiakan sedekah hambaNya sekecil apapun. Soal itu kita bahas nanti deh, cuma sepertinya memang benar hikmahnya adalah supaya makin yakin dan gak ragu-ragu untuk bersedekah dan menjaga tali silaturahmi 🙂

Namanya pertama kali, pasti kikuk. Kayak waktu pertama kalli terbang naek pesawat sendirian. Bedanya, ini kikuknya udah mulai dari sebelum check-in. Setengah malu-malu deketin counter check in GIA di bandara Soetta sambil konfirmasi apa bener nih booking codenya. Dan ternyata bener. Lalu mulai kerasa bedanya sama check in kelas ekonomi, kayak gini toh rasanya..

Begitupun pas mau naek pesawat, biasanya klo domestic flight kelas ekonomi duluan, nah dasar sok tau, jadi aja santai-santai duduk pas orang-orang pada berdiri. Eh ternyata penumpang kelas eksekutif masuk pesawat duluan. Walhasil buru-buru cabut headset dan masukin tablet ke tas.

Di pesawat lebih kikuk lagi. Katrok, begitu ngeliat jarak antar kursi yang jauh girangnya bukan main. Malah sampe bingung mau ambil majalah di seat pocket depan aja kudu bangun dari kursi. Maklum, kebiasaan naek ekonomi. Kebingungan selanjutnya adalah saat dibagikan souvenir tas tangan aigner sama pramugari. Ini gratis apa disuruh bayar nih? akhirnya ngikutin penumpang sebelah (nenek-nenek bule) yang minta pramugari naruh tu tas di lubang seat pocket depannya.

Kekatrokan selanjutnya adalah, pas udah flight cruising, orang-orang pada ngeluarin layar video buat nonton. Kalo remote sama headset udah ketemu, lantas dimana letak layar videonya? mau nanya nenek-nenek sebelah gengsi. Akhirnya habis 15 menit buat ngubek2 majalah inflight entertainmentnya garuda buat nemu cara pakai entertainment gadgetnya. Daan ternyata gak ada, makin bingung. Akhirnya coba utak atik kiri kanan, di sebelah kiri ada sesuatu yang ternyata meja makan. Terus layarnya dimana? T____T

Akhirnya setelah mati gaya pura-pura betulin tali sepatu yang gak lepas sama sekali, nengok sebelah kanan ada knop yg bisa diputar buat nahan sesuatu…dan ternyata ada disitu saudara-saudara sebangsa tanah dan sebangsa air!!! Alhamdulillah

 

to be continued…

0

Belahan Jiwa – Hawari

Pandanglah wajah istrimu yang tercinta

Bayangkanlah penat lelah yang dirasakan

Namun tak pernah istrimu berkeluh kesah

Mengabdikan jiwa raganya kepadamu

Jangan kau siakan pengorbanannya

Jangan kau sakiti permaisurimu

Jangan biarkan dia bersedih Menitikkan air mata

 

Sebelum detak jantung istrimu berhenti

Kasihi Istrimu dengan sepenuh hati

Sebelum istrimu kembali pada Tuhan

Sayangi istrimu janganlah kau sakiti

Bahgiakan bidadarimu belailah permaisurimu

 

Istriku sayang belahan jiwaku

Janganlah engkau bersedih hati

Istriku sayang permaisuriku

Bidadariku dunia akhirat

0

Hello , How Are You? :)

ImageGood Evening, how are you? Long time no see. I hope you still remember me although the current situation is not the same like before. Many has changed, hopefully for a better reason. And how about you now, did you changes also?

So, where we can start from? I know it’s not so long time ago, but all these things that happened to me so far quite make me harder to remember. Suddenly days pass through, all the tears and sweat changes with proudness and laugh and so on. Going like a wheel that spinning over the time. But guess what? For me it’s OK as long as it still run.

Let’s say that now God gave me what I’ve ever asked before. I still remember when I feel bored, tired with all the lazyness, static situation, low challenges daily life, and even desperate about how I will ever get out from these situation. I laugh, smile when I read what all the things I’ve done at that time. Many friends and people I loved gone through, circumstances changes, hard time realizing that what I want is became real and I had to lose something as a consequences for it. But though it all, I still go and now here I am.

I wish I had more time now, but sadly now I have to leave.

Farewell then, lets meet again another time. Nos Vemos!

 

0

Janjiku Padamu Sayang…

Sayang, aku minta maaf jika selama 30 bulan kita bersama aku lebih banyak menyiksamu daripada memperhatikanmu.
Selama 30 bulan ini, walau banyak yang aku coba lakukan untukmu, namun ada saja hal yang membuatmu kecewa.
Bisa jadi aku lebih banyak memanfaatkanmu dibanding memanjakanmu.

Dan kini saat engkau sedikit meminta perhatianku, aku tersadar betapa aku harus lebih memperhatikanmu dan menyayangimu.
Telah banyak kesalahanku padamu yang pasti menyakitimu. Aku selalu memanfaatkanmu dikala susah, namun dikala senang jarang aku mencurahkan dan berbagi kesenangan itu padamu.

Aku sadar bahwa aku masih punya tanggung jawab lebih selama lima bulan lagi, dan itu seolah menjadi pemakluman kenapa aku kurang menyayangimu, karena harus berbagi porsi dengan tanggung jawab itu. Maafkan aku, sayang..
Setiap hari mencari nafkah aku menaikimu, pergi menuntut ilmu agama bersamamu, berbagi panas terik basah hujan bersama. Tapi aku tidak maksimal memperhatikanmu.

Aku berjanji padamu, sabtu ini aku akan memanjakanmu..
Kemarin aku memaksakan diri membelikanmu kaus kaki baru, meski hanya dengan yang harganya murah
Setelah kucuran keran kehidupan terbuka, aku akan memenuhi kebutuhanmu.
Mulai dari merawat kedua kakimu..pagi hari akan aku antarkan kamu ke tempat perawatan yang baik.
Akan kubuat kakimu menjadi seindah semula.
Setelah itu akan kuganti darahmu dengan yang baru, agar engkau lebih segar dan stamina prima.
Jika kelak nanti ada rejeki lebih, akan kuganti kalung yang menghiasi lehermu dengan yang baru.
Juga sepatu baru yang akan membuatmu lebih nyaman.

itu janjiku padamu, sayang..
meski masih ada 5 bulan lagi sisa cicilan yang harus kubayar, yakinlah aku tetap menyayangimu..

*sambil menatap foto dibawah, sebagai ganti aslinya yang ada di basement*
 
batok
*menatap daftar catatan di buku : kampas rem belakang, setel rante, press velg, ganti oli, ganti komstir, cuci motor, ganti ban belakang*

0

Berkah Solat Dzuhur Berjama’ah di Masjid

Adalah benar adanya jika suatu saat kita merasa lemah iman, hendaklah kita menemui seseorang yang shalih dan meminta nasihat padanya, tentang apapun nasihat itu. Tentu tidak harus melulu sekaliber ustadz, kyai, atau pengasuh ponpes besar yang layak kita mintai nasihat. Bahkan rekan kerja kita yang kita nilai menurut kita dia lebih baik dalam hal kadar keimanan sudah cukup.

Kita tahu dan paham bahwa kadar keimanan kita naik-turun. Kita bukan malaikat yang imannya senantiasa tinggi, pun bukan syaithan yang senantiasa ada dalam kejahatan dan kemaksiatan. Tugas kita adalah terus berusaha agar kadar keimanan kita senantiasa naik, dan andai turun pun cukup setipis mungkin. Itulah yang membedakan kita dengan malaikat.

Memberi nasihat, jika diminta adalah salah satu kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya. Satu dari sekian banyak akhlak sesama muslim. Yang lainnya adalah ucapkan salam saat bertemu, didoakan ketika bersin, tidak kelihatan dicari tahu, diundang datang, dan takziyah saat meninggal.

Selepas dzuhur, seorang rekan yang diminta berkenan memberi nasihatnya. Beberapa hal yang penting untuk diingat dari nasihat beliau adalah berikut:

“Allah telah menetapkan rizqi seorang manusia jauh sebelum ia dilahirkan, dan rahasia Allah mengapa seseorang diberikan rizqi yang berbeda satu sama lain. Sungguh sesulit apapun kehidupan seseorang, jika memang jatah rizqi nya masih ada maka ia akan tetap hidup hatta malaikat maut mencabut nyawanya.Tugas kita terus berusaha, karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali emreka sendiri yang berusaha. Ingatlah, inna akromakum indallaahi atqookum. Sungguh bukan sebuah kehinaan di sisi Allah andaikata di dunia kita tidak mempunyai harta, akan tetapi ketaqwaan kitalah penentunya. Dunia ini ibarat penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Dan jangan lupa luruskan niat saat kita hendak melanjutkan ke tempat baru, karena jika niat kita salah, niscaya apa yang tak kita senangi di tempat lama akan muncul kembali di tempat baru.”